DORONG PEMBANGUNAN DAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK, KECAMATAN BENJENG GELAR PERTEMUAN STRATEGIS
23 September 2026 |
Administrator
| Sosialisasi
BENJENG — Pemerintah Kecamatan Benjeng menggelar kegiatan Fasilitasi Percepatan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Jumat, 18 September 2026. Acara strategis ini bertujuan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik di tingkat desa sekaligus menyelaraskan arah pembangunan wilayah.
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Benjeng ini dihadiri langsung oleh narasumber utama Wongso Negoro, SE., SH., M.Si. (Ketua DPD Golkar/Anggota DPRD), Camat Benjeng Nurul Fuad, S.Sos., M.MM., Sekcam Benjeng Sudarmanto, S.Sos., Kasi Pemerintahan Suwarsih, S.E., serta seluruh Sekretaris Desa (Sekdes) se-wilayah Kecamatan Benjeng.
Rangkaian Acara dan Pembukaan
Acara dibuka dengan khidmat melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa yang dipandu oleh Suwarsih selaku moderator. Agenda dilanjutkan dengan sambutan dan perkenalan narasumber oleh Sekcam Benjeng, pemaparan materi singkat mengenai arah kebijakan kecamatan oleh Camat Benjeng, serta sesi inti pemaparan materi tentang standar pelayanan oleh Bapak Wongso Negoro.
Poin Utama Pembahasan dan Aspirasi Warga
Dalam forum tersebut, terdapat sejumlah pembahasan krusial yang menjadi fokus utama percepatan pelayanan dan pembangunan, antara lain:
-
Fokus Pembangunan Infrastruktur: Penekanan pada pembangunan JPD serta perbaikan infrastruktur jalan di wilayah kecamatan.
-
Optimalisasi 6 Aspek SPM: Penerapan Standar Pelayanan Minimal yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, serta sosial.
-
Isu Sosial dan Demografi: Pembahasan terkait rehabilitasi korban judi online (judol) serta data demografi Kecamatan Benjeng yang mencakup 23 desa dengan jumlah penduduk mencapai 66.991 jiwa (data tahun 2025).
-
Kendala Sensus Ekonomi Desil: Diskusi mendalam mengenai permasalahan data sensus ekonomi desil di tingkat desa.
-
Penyampaian Aspirasi Internal Desa: Para Sekdes turut menyampaikan berbagai permasalahan riil di lapangan, mulai dari ketidaksesuaian data sensus ekonomi dengan fakta di lapangan hingga persoalan layanan air PDAM yang sering macet di beberapa desa.
Menanggapi berbagai kendala tersebut, Bapak Wongso Negoro menyatakan komitmennya untuk segera membawa dan mengkoordinasikan permasalahan internal desa ini kepada pihak-pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi terbaik.